Saturday, December 31, 2011

New Life New Spirit New Hope in New Year 2012


Aku memandangi halaman belakang dan halaman depan rumah yg sudah ditumbuhi rumput gajah yg lebar-lebar dan bercampur dengan rumput tekik yg katanya sulit diberantas. Jalan satu-satunya menghilangkan rumput tekik ini adalah mencabutnya sampai keakar-akarnya dengan rutin, sebelum beranak-pinak ke mana-mana. Berbeda dengan rumput gajah mini yg harus dirawat rutin dan diberikan penyubur dan cukup sinar mentari untuk membuatnya hijau segar. Hmmm memang aneh ya, segala sesuatu yg indah memang butuh perawatan khusus. Sedangkan sesuatu yg tak begitu diharapkan meskipun diberantas, dibunuh, dan dicabut sampai keakar-akarnya, selalu akan tumbuh lagi dengan berbagai cara. Tinggal tunggu siapa yg lebih dulu kalah dan menyerah tak sanggup lagi memberantasnya…Begitulah hidup.

Wednesday, December 28, 2011

Atas nama cinta

Entah kenapa teman saya yg sudah menikah rajin sekali mengirimkan artikel via email saya, tentang seseorang  yg suka memilih-milih calon pasangannya dan karena pilih-pilih tebu akhirnya malah tak pernah mendapakan pasangan yg diinginkan alias jomblo abadi deh. Saya yg mendapat email ini sering geli dan  tak habis pikir, untuk apa dia mengirimkan email ini ke saya? Mau menyindir kalau saya terlalu pemilih? Atau mau bilang kalau saya terus menerus memilih, maka akan berakhir sebagai jomblo abadi? Entahlah.

Satu kali karena jengkel bolak-balik dikirimin email begituan, maka saya jawab dengan lugas bahwa hidup bukan hanya seputar pernikahan saja. Betapa cetek dan dangkalnya cara pikir kita kalau hidup hanya dibatasi seputar pernikahan saja. Saya pun tak pernah tertarik hidup dengan aturan yg sudah umum berlaku di masyarakat. Buat sebagian masyarakat Indonesia ini bahwa hidup itu mestinya sesuai kodrat saja, jangan pernah menyimpang, jangan pernah melawan tradisi, jangan pernah mendobrak adat-kebiasaan atau jangan pernah berbeda dengan yg lainnya, kalau tak mau Anda akan dijadikan bahan pergunjingan hangat di kalangan manusia yg sangat puas bila hidup sesuai pakem atau kodrat yg sudah digariskan nenek-moyangnya. Entahlah.

Wednesday, December 14, 2011

Mendadak tak punya opini sendiri


Sering geli lihat sebagian perempuan Indonesia yg baru beberapa bulan menikah..(ceritanya pengantin baru deh...) Dulu perempuan yg tahu apa maunya dan punya pikiran dan pendapat sendiri, abis nikah baru sebulan,  Duh mendadak jadi nga punya pendapat sendiri..ndilala mendadak nga berani jalan sendiri padahal dulunya perempuan mandiri hahhaha...Jawaban yg bikin weks itu, dikit-dikit "kata suamiku" atau "tanya suamiku dulu" atau "aduh izin suami dulu" taelah mendadak banget yah hahhahaha padahal suaminya nga bikin aturan yg rumit amat sih..kayaknya inisiatif perempuannya sendiri saja  hahhahaha Kayaknya bangga bener, kalau kelihatannya dia tergantung banget amat suaminya hahaha lebay banget nga sich?

Entah kenapa mereka ini sering salah memaknai sebuah pernikahan. Pernikahan seolah-olah membuat mereka menjadi kurang religius bila memiliki opini sendiri.

To be continue

nuchan@122011

Beauty Class 2011


Setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun lamanya saya hanya berencana saja untuk belajar kecantikan. Sudah lama banget saya berencana untuk belajar make-up buat diri sendiri tapi belum kesampaian. Dulu janjian dengan sohibku Ima dan Mvi pengen panggil guru ke rumah buat belajar make-up tapi tetap belum kesampaian. Hasrat sih segunung tapi selalu kebentur dengan kesibukan masing-masing yg sangat beragam, sehingga hasrat itupun punah tergilas waktu. Malah setelah saya lupa dengan semua rencana itu, tiba-tiba sohibku Mvi telpon ke HP aku di tengah hari bolong, lagi nyenyak-nyenyaknya tidur, justru dibangunkan oleh dering telpon Mvi, yg dengan tergesa-gesa ngomong, mau nga ikutan Beauty Class di Revlon Plaza Semanggi? Walaupun masih setengah sadar dari tidur saya, saya tetap bilang mauuuuuuuuuuuuuuuu! Secara udah lama niat belajar ini belum kesampaian. Giliran nga diniatkan malah ada tawaran datang mendadak. Jadilah Mvi mendaftarkan kami berdua buat belajar selama 2 jam di Beauty Class Revlon di bulan Dec 2011. Entah kenapa saya sangat antusias menanti hari Beauty Class ini. Mungkin karena salah satu hal yg belum pernah saya pelajari dalam hidup saya adalah belajar make-up. Saya sangat ingin mempelajari hal-hal yg belum pernah saya lakukan dalam hidup saya.

Sunday, November 27, 2011

Bertemu dengan orang yg salah

Gonjang-ganjing mengenai perceraian bukan kisah asing lagi saat ini. Hampir setiap hari saya bisa mendengar kemelut rumah tangga para selebritis. Baik yg sudah menikah di atas sepuluh tahun maupun yg baru sepuluh hari. Eh tahu-tahu beritanya sudah muncul di infotainment, kalau artis ini tiba-tiba membuat press conference atas perceraiannya. Taelah zaman ibu saya dulu, yg namanya cerai itu merupakan aib sepanjang hayat. Rasanya tak ada satu pasangan pun yg bersedia pernikahannya hancur lebur, kalau pun terjadi maka sebisa mungkin aib ini ditutupi oleh seluruh keluarga besar kedua pasangan. Siapapun yg bercerai akan menjadi bahan gunjingan yg tak berkesudahan. Tak penting siapa yg salah, apa sebab-musababnya, masyarakat tak akan peduli duduk pangkal persoalannya, karena bagi masyarakat zaman dulu, cerai sama dengan dosa besar. Melanggar norma-norma yg berlaku, melanggar adat kebiasaan, melanggar ajaran agama yg dijunjung tinggi oleh masyarakat masa itu. Sekarang semua itu kayaknya sudah hampir pudar. Cerai itu sudah semacam trend. Kalau nga cocok, ya sudah tinggal mengajukan surat cerai saja ke PA.

Kadang-kadang yg lebih miris lagi, orang tua kedua belah pihak belum tahu sama sekali, tahu-tahu berita perceraian anaknya sudah masuk di berbagai gosip selebritis. Ampun dah. Ketika orangtuanya dikonfirmasi malah bingung. Perceraian zaman sekarang memang heboh luar biasa. Hampir semua aib yg ada dibuka di media massa. Orang tua kedua belah pasti sangat malu sekali. Tapi karena cerai sudah jamak masa kini, maka meskipun aibnya terbongkar habis-habisan, tidak terlalu memberikan efek-malu. Biasa saja tuch.

Thursday, November 24, 2011

One day in your life

Melintasi perumahan ini mengingatkan saya pada seseorang. Dulu setiap pulang kerja, kami sering menghabiskan waktu makan malam di salah satu warung tenda yg ada di perumahan ini. Banyak warung tenda yg berdiri di sisi kanan jalan ini. Suasananya yg teduh dan asri membuat tempat ini menjadi lokasi warung tenda yg nyaman. Tapi kini semuanya sudah lenyap dan berganti menjadi lokasi perumahan baru yg tak kalah apik. Kini warung tenda sudah berganti menjadi bangunan permanen yg mewah dan elegan. Tak ada lagi sisa kenangan saya di sana. Tak ada lagi jejak masa lalu saya di sana bersama dia.

Thursday, November 17, 2011

From drama to drama

Saya sedang bingung mau memulai kisah saya dari mana. Sejak perpindahan saya ke Business Development Group, hampir bisa dipastikan bahwa no day without drama. Saya pun kurang tahu, apakah saya harus mensyukuri semua drama ini atau justru memakinya. Mungkin sisi baiknya, drama demi drama ini membuat saya bertumbuh pesat tentang dunia pekerjaan saya yg baru. Sisi negatifnya emosi saya up and  down kayak roller coaster. Saya sebenarnya selalu berniat untuk tetap tenang dan sabar. Setiap pagi sebelum berangkat bekerja saya mulai rajin berdoa kepada Tuhan supaya memberikan saya hikmat dan kesabaran. Tapi pada saat kejadian-kejadian konyol itu datang bertubi-tubi dan tak berhenti, saya tiba-tiba kehilangan kesabaran saya. Saya sering tak habis pikir, bagaimana mungkin pekerjaan yg sangat mendasar sekali pun tidak berjalan dengan benar. 

Wednesday, November 16, 2011

Kedai 1001 Mimpi


Saat saya sedang mencari-cari buku baru di Gramedia, mata saya tertumbuk pada buku dengan judul Kedai 1001 Mimpi. Judulnya ini membuat hati saya tergelitik untuk mengamati sampul buku yg rada kecoklatan, dengan cover Cupp of Coffee yg sangat besar. Ohlala ini pasti kisah tentang francise kopi ya, itu salah satu clue  yg muncul di benak saya. Tapi pas mata saya membaca kalimat yg ada di bagian atas tutup cangkir kopi tersebut tertulis  “kisah nyata seorang penulis yg menjadi TKI” Kali ini dahi saya menjadi berkerut, ini maksudnya apa ya? Penulis yg mencoba menjadi TKI atau seorang TKI yg setelah makan asam garam kepedihan di negeri seberang, menjadi memilih jadi penulis, yg mana ini?Halah daripada saya repot bertanya-tanya, maka saya putuskan untuk membelinya. Jadilah saya beli buku ini tertanggal 02 October 2011 di Plaza Semanggi – Jakarta.

Biasanya kalau saya suka banget sama buku tersebut, maka saya akan tenggelam seharian baca buku tersebut sampai tuntas. Tapi kali ini berbeda, meskipun saya jatuh cinta dengan buku ini tapi tampaknya saya tak bisa bener-bener menyediakan waktu khusus membacanya. Maka jadilah buku ini saya baca secara nyicil (mobil kali pake dicicil) bab demi bab. Setiap ada waktu luang, maka saya baca satu bab, dan begitu seterusnya. Butuh waktu satu bulan lebih saya baru bisa menuntaskan baca isi buku ini.

Isi buku ini ditulis dengan sangat ringan,lucu,kocak,rada nyeleneh tapi mampu menyentuh hati saya sebagai pembaca awam. Kisah yg dituturkan padahal  berat dan menyakitkan untuk dibaca atau disimak secara seksama tapi tutur kata dan cara mendeskripsikan setiap kejadian dengan cara yg ringan dan lucu membuat saya malah sering tertawa terpingkal-pingkal membaca kejadian-kejadian aneh dan konyol yg dituliskan oleh Valiant dalam buku ini. Saya sempat terkaget-kaget membaca isi buku ini. Jauh sebelum membaca buku ini saya sudah tak begitu simpati dengan orang Arab. Membaca buku ini justru semakin memperjelas dugaan  saya tentang betapa bobroknya mental orang Arab. Kenapa TKI  kita sering menjadi korban yg sangat menyedihkan ditangan orang Arab. Karena dari sononya mental orang Arab itu sudah bobrok. Menyedihkan sekali.

Icam (ikut campur)


Dulu saya suka khawatir kalau seseorang tiba-tiba jutek melihat saya. Dan saya resah mencari-cari apa salah saya sampai dia jutek ke  saya. Tapi sekarang saya belajar bahwa kadang-kadang seseorang jutek itu karena dia mengalami masalah. Belum tentu dia kesal sama saya. Maka saya pun sekarang belajar cuek dengan masalah orang lain. Saya tak ingin pusing mencari-cari ada apa dengan saya. Santai saja.

Saya lebih rileks menghadapi setiap tingkah laku orang lain. Kalau mereka tak ingin diajak bicara saya biasanya memilih cuek saja. Dan saya memilih tidak terlalu asyik berhahahihi dengan setiap orang. Saya cukup senyum saja tanpa basa-basi yg panjang dan membosankan. Saya lebih suka menghabiskan waktu mengurusi hal-hal penting yg lain dibandingkan pusing dengan berbagai masalah yg belum tentu juntrungannya. Hidup dibikin mudah saja.

Kadang-kadang ada tipikal teman atau sahabat yg mau dikasih saran dan diberi nasehat. Tapi ada yg kesal dan marah, seolah-olah kog kita kayak guru saja ya. Maka biasanya saya sekarang belajar untuk tidak mau mengurusi kehidupan orang lain. Mau dia lagi pusing keg, mau dia lagi ada kasus keg, saya pilih nga icam (ikut campur). Pilih menarik diri saja. Kalau dia butuh dan memang dia datang minta sarang dan nasehat ya berikan saja nasehat dan saran yg menurut saya perlu dan penting, selebihnya silakan putuskan sendiri. Kadang-kadang kalau terlalu banyak terlibat juga hidup saya ikutan rumit bin ruwet. Jadi lebih baik sesuai porsi sajalah. Saya lebih damai dengan cara seperti itu. Beh yg punya pengalaman gado-gado hahahaha...Ayak-ayak wae

Monday, November 14, 2011

Philippine Jeepney

Saat saya berkunjung ke Filipina, maka transportasi yg paling unik menurut saya adalah Jeepney. Jeepney adalah transportasi umum yg banyak digunakan di seluruh kota Manila. Bentuknya sangat unik, mirip kayak mobil Jeep zaman dulu, tapi dimodifikasi dan diberikan graffiti yg sangat menarik. Warnanya serba cerah membuat Jeepney terlihat sangat unik dari kejauhan. Apalagi kalau dipotret, makin terlihat unik.




Plafonnya yg sangat pendek membuat penumpang tak akan bisa berdiri bergelantungan seperti Kopaja atau Metro Mini yg ada di Jakarta. Karena plafonnya yg pendek membuat penumpang harus duduk. Dan yg tak kalah menarik adalah tidak ada kondektur sama sekali. Supirnya sekaligus yg mengutip ongkos dari penumpang. Setiap kali penumpang naik, mereka akan dengan sangat teratur bergeser sampai ke ujung banget dan memberikan tempat kepada penumpang yg naik. Kayaknya nga ribet kayak di Jakarta. Saat sudah naik pun, penumpang dengan tertib menyebutkan daerah tujuannya dan menyerahkan uang ke supirnya. Biasanya yg duduk paling belakang akan memberikannya uangnya sambil menerangkan lokasi dia turun dan menyerahkan uang ini secara estafet ke penumpang yg duduk di dekat supir. Anehnya sang supir pun dengan  tenang menyerahkan uang kembaliannya ke penumpang sesuai tujuan masing-masing. Tampaknya sang supir tidak pernah pusing, apakah penumpang itu beneran turun di lokasi yg disebutkan. Pokoknya ongkos dibayar sesuai daerah tujuan saja. Tidak ada penjelasan lebih lanjut. Saling percaya saja. Sedap. Saya sampai terkagum-kagum melihatnya. Kog bisa tertib sekali ya. Sejauh pengamatan saya, tak ada satu penumpang pun yg lupa bayar. Mereka kelihatan tenang dan tidak grasak-grusuk seperti orang Jakarta.



Malah sekali waktu, saya pernah lupa bayar. Karena asyik clingak-clinguk melihat area yg dicari, eh tahu-tahu udah sampai. Kalau saya bayar dengan uang yg besar sementara saya berada ditengah jalan,ada 2 masalah yg saya alami. Tidak mungkin dapat uang kembalian, padahal uang saya besar dan tak punya recehan. Atau karena di tengah jalan,  malah bisa-bisa  saya yg ditubruk kendaraan lainnya. Maka tanpa pikir panjang, saya ngeloyor kabur hahaha. Bener-bener kacau banget. Tapi penumpang yg lain santai saja itu, nga ada yg sadar kalau saya belum bayar termasuk sang supir tapi tentu Tuhan tahulah saya belum bayar hahaha. Coba kalau di Jakarta begitu, bisa dikejar-kejar kondektur kali ya hahaha. Pengalaman saya kalau naik Kopaja atau Metro Mini, malah kondekturnya suka menagih ongkos itu sampai 2X, bikin kita pasang muka manyun aja deh.(Dalam hati masak nga ingat sih tadi gue udah bayar tahu hahaha. Padahal kondekturnya juga susahlah ngingatin wajah penumpang satu per satu hahaha. Guenya aja yg gampang bete hahaha)



Okay back to the topic. Nah kalau kamu-kamu punya niatan ke Manila, jangan lupa ya mencoba naik Jeepney. Ini bisa menjadi pengalaman yg menyenangkan.  Saya selama mencoba naik Jeepney, harus rajin mencatat daerah tujuan dengan cara yg benar. Dan pastikan saat mau naik Jeepney ini bertanya ulang ke supir bahwa Jeepney itu benar membawa kamu ke tujuan yg kamu inginkan. Soalnya saya pernah sudah bener naik Jeepney dengan sign yg sesuai tertulis di Jeepney tapi tetap saja salah. Ternyata walaupun signnya sama tidak berarti selalu membawa kita ke tujuan yg dimaksud. Mereka terkadang merubah daerah lintasannya. Tapi tidak semua begitu sih. Lebih banyak yg sesuai dengan sign yg sudah tertulis di Jeepney itu. Tapi buat jaga-jaga, supaya kamu nga nyasar,  lebih baik saya ingatkan ya. Bisa terjadi juga hal yg seperti itu. Belum lagi menyebutkan nama daerah tujuan itu semuanya berbau nama Spanyol, alamak serasa kayak di Spanyol atau di Mexico saja. Coba, namanya aja pakai STA CRUZ – LIBERTAD hehehe. Btw buat saya pribadi semuanya serbamenyenangkan karena serbabaru,serbaunik dan serbamenegangkan. Semua kejadian-kejadian konyol selama naik Jeepney memperkaya wawasan dan pengalaman saya tentang dunia transportasi di Manila. I miss Manila a lot.






nuchan@102011
Philippine Jeepney

Saturday, November 12, 2011

Kota tua bersejarah Intramuros Manila


Mengunjungi Manila tanpa menyusuri kota tua Intramuros tampaknya kurang afdol. Bagian terbaik dari kota Manila untuk dinikmati dengan berjalan kaki adalah Intramuros. Betapa kota ini masih merawat dan menjaga kota masa lalu yg penuh sejarah ini dengan sangat baik. Saya terpesona dengan  bangunan-bangunan tua yg arsitekturnya mengingatkan saya pada penjajahan Spanyol atas kota ini. Tak heran bila sepanjang jalan menyusuri kota ini kita menemukan nama-nama yg berbau Spanyol.




Thursday, November 10, 2011

Pijat memang nikmat

Sudah seminggu rasanya badan saya sakit semuanya. Tapi cenderung saya anggap angin lalu. Dan karena sering kelelahan,  pulang malam serta makan yg kurang teratur membuat tubuh saya lemah tak berdaya. Hari ini saya niatkan untuk pijat refleksi di seluruh tubuh saya. Jadilah pukul 5 sore, saya sudah berkemas mau pulang saja. Tapi saat mau permisi pulang tiba-tiba terlihat atasan saya bertanya ini  dan itu seputar hasil angket. Memang seluruh hasil angket sudah saya buatkan grafiknya dan sudah saya kirimkan via email ke semua PIC terkait.

Saya pikir kalau sudah dibuatkan grafiknya pasti mereka akan paham artinya. Tapi ternyata atasan saya meminta saya untuk membuat konklusi atas angket tersebut. Dan dituliskan disetiap grafik apa opini saya. Lalu saya coba jelaskan secara lisan semuanya. Untung dia berbaik hati bilang begini : Besok bisa kamu tuliskan saja di setiap grafik ya. Saya jawab : Baik, pak.

Saya lirik jam tangan saya sudah menunjukkan pukul 18:00. Tanpa menunggu lama-lama lagi, saya langsung kabur menuju rumah pijat yg tak jauh dari lokasi kantor saya. Saya perhatikan pintu utama rumah pijat sangat sepi sekali, bagus juga ya, setidaknya saya tak perlu menunggu untuk segera dilayani. Saya buru-buru naik ke lantai 2 gedung tersebut, dan bener banget sepi, cuma ada satu pengunjung saja yg masih dipijat. Bagus. Saya pun bersiap-siap mengganti celana panjang saya dengan celana pendek.

Kaki saya direndam di air hangat sekitar lima menit, kemudian di lap pakai handuk kecil. Seluruh telapak kaki saya dipijat, yg ada muncul rasa sakit yg luar biasa. Bolak-balik saya meringgis menahan  kesakitan. Ampun dah. Katanya tubuh saya semuanya kaku banget. Setiap kali dipijat rasanya urat syaraf saya semuanya tegang banget. Yah yah saya baru sadar bahwa saya sudah jarang berenang dan jarang juga berolah raga, sehingga urat syaraf saya kaku semuanya dan kepala saya gampang pusing juga.

Pijat ini memang menyakitkan tapi sekaligus menimbulkan sensasi yg menyenangkang. Saat dipijat memang sakit sekali, sesudah dipijat kepala terasa ringan dan urat syarat lebih rileks. Tapi saya yakin banget ini hanya sensasi sesaat saja. Kalau saya tetap dengan pola kerja yg sama dan tidak berusaha berolah raga rutin, maka badan saya akan menjadi sakit dan kaku kembali.

Setelah seluruh kaki dan tangan saya selesai dipijat, si abang tukang pijat tanya ke saya, punggungnya mau dipijat juga nga pakai cream? Saya jawab : Dipijat tapi nga usah pakai cream ya. Supaya saya tak perlu membuka punggung saya. Meskipun punggung saya terasa sakit dan kaku sekali tapi saya pilih pijat biasa saja lah. Tapi setelah dicoba pijat tanpa pakai cream, kog rasanya sakit juga ya. Dan rasanya nanggung banget. Tukang pijat tanya lagi : mau dikasih cream saja nga? Saya akhirnya menyerah sajalah. Yah udah dikasih cream juga bolehlah. Jadilah saya harus membuka punggung saya dan dilapisi handuk kecil. Seluruh punggung saya dipijat pakai cream,ohlala punggung saya kayak ditusuk-tusuk jarum saking sakitnya. sang pemijat bilang punggung saya merah semuanya. Pasti masuk angin katanya. Yah, saat ini saya tak terlalu peduli dengan rasa malu lagi. Saya hanya pengen punggung saya yg kaku banget itu dipijat sampai lentur dan lemas banget. Saya biarkan sang tukang pijat, memijat dengan kencang seluruh punggung saya. Ampun sakitnya, saya sampai meringgis kesakitan. Tapi saya tetap membiarkan dia menjelajah seluruh punggung saya, sampai seluruh punggung saya terasa ringan. Alhasil seluruh punggung saya merah berbaret2 karena masuk angin. Rasa sakit karena saat dipijat menimbulkan sakit yg sulit saya sebutkan membuat saya kehilangan rasa malu saat dia membuka punggung saya. Yg timbul dibenak saya adalah rasa sakit ditubuh saya dan di kepala saya secepatnya sembuh dan hilang.  Rasa sakit yg tak karuan sudah mengalahkan rasa malu saya. Pijat memang nikmat sekali. Tapi mungkin lebih nikmat lagi kalau saya bisa menjaga kondisi tubuh saya tetap fit dan segar.

nuchan@11-2011
Pijat pijat.. Sakit tapi nikmat.

Tuesday, November 8, 2011

Life is beautiful indeed


Saya hanya pengen ngomong : Life is beautiful indeed.
Sejak saya dimutasikan ke departemen yang baru di Business Development Group, saya menemukan irama kerja, cara kerja yg baru dan unik, tingkat pemahaman terhadap berbagai  karakter orang pun harus ditingkatkan. Setiap hari saya mendapatkan kejutan-kejutan yg luar biasa. Entah itu kejutan menyenangkan atau kejutan yg cenderung mematikan. Entahlah. Semua serbaunik dan mendebarkan.

Mulai dari irama kerja yg cenderung fluktuasinya sangat tinggi. Kayak main Yoyo aja. Tahu nga permainan Yoyo? Sekali dihentak ke bawah dan nantinya melenting sampai ke atas, begitu terus menerus tanpa henti. Jadi bisa dibayangkan tho? Saya mendapati irama kerja yg membuat saya seperti bermain roller coaster. Kayaknya ini bagus buat olah raga jantung saya hehehe.

Saya seperti menari di tengah hujan saat memulai pekerjaan. Dalam waktu yg bersamaan pimpinan puncak saya membuat keputusan yg spektakuler. Target penjualan dipaksa naik sampai 5X-10X lipat dari kondisi penjualan saat ini. Buat saya pribadi sih sah-sah saja buat target yg spektakuler. Sepanjang strategi bisnis, ide-ide yg memungkinkan mencapai target tersebut sudah diolah dan berbagai marketing tools (serba-serbi promosi penjualannya) sudah ada dan dana untuk persiapan promosi tersebut sudah ada, buat saya sih tidak masalah.

Posisi saya sebagai orang baru, membuat saya harus berjibaku memahami semua informasi yg masuk saat ini ke meja saya. Dan yg membuat pekerjaan ini sangat unik adalah saya tidak dibekali informasi yg cukup untuk menganalisa keadaan yg terjadi saat ini. Pokoknya saya diajak meeting, lalu pimpinan puncak membuat perjanjian dan kesepakatan baru dengan pihak bagian penjualan untuk meluncurkan produk baru. Dan segala persiapan yg sudah disepakati saat meluncurkan produk baru ini harus saya follow up dan memastikan semua deadline yg sudah disepakati ini tidak boleh gagal. Sedap!

Aneh bin ajaib, tapi itu fakta yg ada. Saya memang baru di bidang ini tapi memang sudah punya pengalaman di bidang lain. Jadi mungkin dalam alam pikiran mereka, saya sebenarnya tak perlu training khusus, langsung saja terjun di lapangan, ya kayak OJT (On the Job Training) kali ya. Alamak bagus bener ya. Nikmat buat mereka, tapi sengsara buat saya.

Setiap kali menyelesaikan sebuah proses, saya harus tanya sana-sini, siapa yg bertanggung jawab dengan proses ini dan proses itu. Ternyata PIC  di setiap negara itu berbeda-beda.  Gila. Berhubungan dengan berbagai negara tapi  nga jelas siapa yg jadi 窓口 (Contact Person) yg harus menjadi pusat informasinya. Saya kirim email ke si A, eh dijawab bukan saya yg menangani ini. Lalu disarankan ke si B. Kirim ke si B, eh jawabnya maaf saya hanya punya project B saja, sementara Project A dan C bukan saya.  Lalu siapa yah? Birokrasi yg semwarut bikin kepala mumet. Gila. Saya pikir hanya birokrasi di Indonesia aja yg superruwet, ohlala ternyata perusahaan Jepang juga tak kalah ruwet ya. Cape deh.Mungkin kalau nga mau ikutan gila dan semrawut, saya harus buat skema dan matriks PIC di setiap negara, lalu kirimkan ke semua PIC ini. Ampun dah.

Gender atau tidak?

Pagi ini dengan tergopoh-gopoh, saya harus ikutan web-meeting dengan atasan saya. Mungkin jadwalnya sudah direncanakan tapi saya baru tahu pagi ini. Meeting kali ini melibatkan 3 group. Sales Company, Factory dan Business Development Group Japan. Meeting beginian sering bikin mumet bin ribet, karena wajah para peserta hanya terlihat setengah wajah saja, peserta yg lainnya tak terlihat di layar tapi terdengar suaranya. Wow menarik bukan? Saya sering bingung dengan jumlah peserta dan siapa saja yg hadir diseberang sana. Dengar suaranya tapi nga kenal wajahnya secara jelas. Tapi mungkin di situ seninya meeting via web. Kenal suara tapi tak kenal wajahnya.

Pagi ini sebenarnya, meeting perdana saya yg melibatkan 3 group. Sebelumnya saya pernah web-meeting dengan pihak BDG Japan saja. Nah uniknya meeting kali ini melibatkan semua PIC di BDG Japan. Jadilah masing-masing PIC berebut pengen menampilkan wajahnya. Karena layar monitor yg tersedia hanya mampu memperlihatkan wajah satu atau dua orang saja. Hebohnya para PIC di Japan sana menampilkan wajahnya dengan suara tawa yg riang gembira membuat saya bingung dan bertanya-tanya ke atasan saya. Kenapa mereka terlihat ceria sekali dan berebut menampilkan wajahnya di layar? Atasan saya geleng-geleng kepala kurang paham apa sebab musababnya.

Tapi setelah meeting berjalan saya baru sadar dari semua peserta yg hadir hari ini, 2 orang dari perusahaan saya, saya dan atasan saya, 5 orang  dari sales company di tempat yg berbeda dengan saya dan 5 orang juga dari BDG Japan. Semua peserta adalah pria kecuali saya satu-satunya wanita di sini. Itu mungkin sebabnya mereka terlihat exciting dan terkesan tidak garing banget meetingnya karena ada sosok perempuan. Atau mereka kaget dan tak percaya ada wanita yg ikutan meeting di sini. Berbagai hal muncul di otak saya. Apakah ini masih terkait gender juga, entahlah. Atau sekedar exciting saja karena paling tidak, otak jadi fresh kalau perempuan hadir di tengah-tengah pria. Betul tidak?

nuchan@2011
isu gender masih kental

Tuesday, October 25, 2011

Piltranco (airport bus) in DMIA Manila-Philippines


Saya tak pernah tahu bahwa wajah orang Philippines itu mirip banget dengan wajah orang Indonesia. Saya baru sadar bahwa wajah dan bentuk tubuh orang Philippines itu sangat mirip dengan orang Indonesia ketika saya mengunjungi Manila Oct 2011. Ketika saya mendarat di Diosdado Macapagal International Airport (DMIA),turun dari pesawat memasuki ruang imigrasi, saya lihat wajah petugas imigrasinya mirip wajah-wajah petugas imigrasi di Cengkareng - Jakarta. Ohlala, saya merasa kayak di Indonesia aja, nga merasa sedang di luar negeri. Ampun dah. DMIA ini untuk ukuran international, saya pikir sangat sederhana sekali yah. Nga ada-ada tanda-tanda standar international sama sekali, saya malah nga ketemu duty free. 

Tuesday, October 18, 2011

Gemerlap dunia malam di Bukit Bintang

Selama ini kalau saya menuju Kuala Lumpur maka tempat menginap yg biasa saya pakai adalah Rainforest. Lokasinya tak jauh dari Istana Hotel yg ada di daerah Bukit Bintang. Posisinya cukup strategis karena sedikit jauh dari KL Monorail yg ada di jalan Raja Chulan. Sehingga tidak terlalu bising dengan suasana malam yg menghiasi sepanjang daerah Bukit Bintang.

Tapi kali ini saya terpaksa membagi dua lokasi tempat saya menginap karena di Rainforest sudah fully booked. Khawatir bahwa saya tidak dapat kamar maka saya booking langsung selama 3 malam di Rainforest tapi tanggalnya acak. Selebihnya saya coba cek via internet, hostel mana lagi yg kira-kira strategis dan harganya kompetitif, sesuai isi kantong saya. Dari sekian hostel yg muncul melalui hostelworld, maka saya coba pilih Sunshinebedz yg menduduki rating ke-2 tapi lokasinya tepat di depan Lot 10 Bukit Bintang. Opps lokasi yg lumayan bagus dengan harga yg pas isi kantong saya. Saya titip semua tas saya di Rainforest, karena saya tak ingin membawa tas saya dengan kondisi sudah lelah sekali.

Saya jalan kaki dari Rainforest menuju Sunshinebedz di Jln. Sultan Ismail, jaraknya hanya 5 menit berjalan kaki, Saya coba datang langsung dan menanyakan ada kamar kosong atau tidak? Jawabnya sudah penuh. Aneh, padahal saya cek via website masih banyak yg kosong. Ternyata menurut sang manajer, mereka sudah melepas beberapa kamar ke hostelworld, sesuai perjanjian, jadi mereka tak bisa memberikan kamar itu kalau tidak melalui hostelworld. Dan sang manajer Patrick Jones, menawarkan saya supaya booking via internet. Akhirnya saya harus ke kios internet lagi. Untung jaraknya hanya 3 pintu dari hostel Sunshinebedz ini. Saya coba booking via internet selama 2 malam saja. Tapi hasilnya menjadi buruk banget karena saya harus mondar-mandir Rainforest dan Sunshinebedz. Capek deh! Tapi sudahlah yg penting saya punya tempat menginap yg lumayan bagus, tepat di seberang Lot 10.

Saya pikir kalau menginap di Sunshinebedz ini maka suasana malam yg sangat riuh dan sangat dekat dengan KL Monorail maka akan bising dan mengganggu sekali. Tapi nyatanya tidak terlalu menganggu sich. Biasa saja. Mungkin karena letaknya di lantai 2 dan dibuat kedap suara kayaknya jadi saya nga bisa dengar suasana bising di bawah sana  hehehe. Atau saya terlalu lelah jadi nga bisa dengar lagi keriuhan malam di Bukit Bintang.Entahlah.

Malam pertama di Sunshinebedz semuanya berjalan lancar. Saya bertemu dengan teman sekamar dari China, yg sedang bertualang di Southeast Asia. Kayaknya anaknya senang bertualang dan sudah menjelajah beberapa negara. Bahasa Inggrisnya pun sangat baik dan lancar sekali.  Malam kedua, saya bertemu dengan teman sekamar dari Jepang  dan dari Taiwan. Dua-duanya travelling sendirian saja. Yg perempuan dari Jepang malah sangat mengagetkan sekali karena dia tak terlihat seperti orang Jepang lainnya yg cenderung tertutup dan jarang bicara sama sekali.  Namanya Chie, badannya kurus tinggi dan terlihat cantik sekali. Dia senang berbicara dan bertanya apa saja. Bahasa Inggrisnya sangat bagus, dia bebrbicara cepat sekali dan sangat terbuka dengan siapa saja.Setiap kali berbicara dia sangat terlihat antusias terhadap segala hal baru yg dia lihat. Ohlala menakjubkan sekali hahaha. Baru kali ini ketemu perempuan Jepang yg sangat terbuka dan senang berbicara apa saja.

Karena sama-sama travelling sendirian, Chie mengajak saya makan siang bareng dengannya. Katanya dia tertarik untuk mencoba makanan lokal yg ada di KL. Dia menunjukkan lokasi tempat makan yg sangat populer di KL yg dia dapat dari buku Lonely Planet dan hasil browsing dari internet juga. Chie sudah memprintout peta menuju tempat makan tersebut. saya yg tak punya clue sama sekali tentang dunia kuliner maka ikut sajalah dengan ide si Chie ini hehehe. Saya bukan penggemar makanan dan jarang pula berwisata kuliner hehhee Lidah saya agak kampungan karena hanya doyan makanan Indonesia saja. Tapi daripada makan sendirian maka saya pilih untuk ikut berwisata kuliner saja dengan Chie.

Pukul satu siang setelah selesai mandi dan dandan, saya ajak Chie untuk jalan bareng, karena ini bukan pengalaman pertama saya berada di KL, maka saya dengan cepat tahu posisi Jalan Alor yg dimaksud oleh Chie. Memang Jalan Alor terkenal sebagai tempat makan di seputar Bukit Bintang. Kalau malam hari Jalan Alor ini penuh dengan pengunjung yg makan di sana. Jalan Alor itu sudah mirip kayak pasar malam saja. Sampai dini hari pun suasana di sana masih ramai.  Tapi rasanya siang hari biasa saja sich menurut saya. Suasananya tidak terlalu menarik. Beda kalau malam hari penuh sinar lampu jalan yg meriah membuat Jalan Alor ini menarik untuk dikunjungi.

Siang itu suasana Jalan Alor masih sepi dengan pedagang makanan. Berbekal data dari Lonely Planet dan hasil browsing internet Chie-san mencoba mencari makanan yg bernama Bak kut teh (Chinese: 肉骨茶; Pe̍h-ōe-jī: bah-kut-tê) di seputar Jalan Alor. Saya sich seumur hidup belum pernah tahu yg namanya Bak kut teh, bentuknya kayak apa, terbuat dari bahan apa, sama sekali nga tahu. Yah harap maklumlah, saya tidak begitu suka wisata kuliner. Bagi saya makanan Indonesia khususnya masakan Batak, Sunda dan Padang saja yg cocok di lidah saya. Selebihnya gelap.

Kelihatannya Chie-san ini sangat serius pengen makan  Bak kut teh. Baginya berlibur itu identik dengan wisata kuliner dan Chie-san merencanakan di setiap negara dia harus mencicipi masakan lokal saja. Yg namanya McDonald,KFC,Wendy's,dll itu haram hukumnya untuk dimakan. Ampun dah! Jadilah siang-siang dengan udara yg lumayan panas begitu, kami jalan kaki cari makanan yg namanya  Bak kut teh di Jalan Alor. Setelah dari ujung ke ujung kami jabani, nga ketemu pula dengan warung Bak kut teh seperti yg tertulis di Lonely Planet. Akhirnya karena penasaran kami coba bertanya ke salah satu  petugas resto yg ada di Jalan Alor, dimana letak warung Bak kut teh yg sangat terkenal di KL?

Sungguh diluar dugaan, dengan senang hati petugas resto tsb menjelaskan dengan bahasa Inggris dan bahasa Jepang,dimana letak resto Bak kut teh yg terenak di KL.Ternyata letaknya di Jalan Imbi, kalau jalan kaki sekitar 15 menit dari Jalan Alor.

Monday, October 17, 2011

No more drama my friend! ( Part 2)

Sabtu 08 Oct 2011

Pagi ini ketika bangun pagi sudah disambut hujan pagi yg lumayan deras. Setelah sekian lama tak turun hujan, maka hujan kali ini seharusnya menjadi anugerah buat saya dan semua orang yg sudah lama menantikan turunnya hujan. Tapi kali ini saya tak berbahagia, karena hari ini pukul 11:30AM, saya harus terbang ke KL. Ohlala hujan deras justru membuat hati saya ikutan kelabu. Entah kenapa perjalanan kali ini tidak membuat saya bersemangat seperti travelling sebelumnya. Pikiran saya sedang tak konsentrasi untuk bersenang-senang. Apa pasalnya? Karena sejak minggu lalu secara resmi perusahaan memutasikan saya dari Innovation Team ke Business Development Group. Pekerjaan ini masih baru buat saya, dan kebetulan saya tak punya latarbelakang yg cukup untuk bidang ini. Bukan karena saya khawatir, saya tak sanggup menangani pekerjaan ini tapi rasanya ada rasa sedih yg mencuat dari lubuk hati saya, karena harus berpisah dengan rekan kerja saya di IT. 4 tahun lebih saya bersukacita dan merenda hari-hari bersama mereka tapi sekarang saya harus berubah dan berpisah. Yeah c'est lavie.

Berat rasanya badan saya untuk bangkit dari tempat tidur, tapi saya paksakan saja untuk turun dari tempat tidur. Saya cek ulang semua dokumen, tiket, pakaian, underwear, alat-alat mandi,  make up dan semua keperluan selama travelling seperti kamera, charger, tripod, dll. Saya pilih hanya membawa 4 potong T-Shirt tipis, 1 potong celana  pendek dan 2 potong celana 3/4. Saya nga pusing membawa barang2 yg terasa berat. Tapi berhubung saya nga kuat udara dingin, maka saya putuskan bawa jaket. Saya pilih bawa ransel kecil saja. Jadi semua keperluan travelling harus bisa masuk ke dalam satu ransel saja. Ohlala kelihatannya ransel saya jadi agak tebal.

Karena saya sudah melakukan web check-in, jadi saya pikir saya tak perlu terburu-buru untuk



Monday, October 10, 2011

Manila or Jakarta??

Hari ini gue menjelajahi daerah Intramuros, salah satu daerah heritage atau bangunan-bangunan bersejarah di Manila. Dari Makati Avenue, gue naik Jeepney jurusan LRT-TAFT, bayar PHP8. Dari Taft ganti naik Metro menuju United Nation Avenue seharga PHP 12, naik dari Gil Puyat Station dan turun di UN Avenue. Dari Gil Puyat hanya 4X stop. Kalau nga salah sich Gil Puyat - Vito Cruz - Pedro Gil - U N Avenue. Turun di U N Avenue menyeberangi jalan menuju daerah Intramuros....Gue susah menjelaskannya tapi jalan dulu kira2 5 menit nanti menyeberangi jalan lagi sebelah kanan. Pokoknya rajin aja bertanya sama orang yg ketemu dijalan, mereka dengan senang hati menjelaskan bagaimana ke Intramuros.

Begitu sampai daerah Intramuros nanti ada tulisan di gerbangnya itu tulisan INTRAMUROS. Jadi langsung tahu itu sudah Intramuros apa tidak. Sepanjang jalan kamu akan melihat bangunan-bangunan tua yg masih bergaya  Spanyol banget. Dan yg paling membantu adalah mereka membuat papan semacam pengumuman  bahwa bangunan tersebut sebelumnya pernah menjadi sejarah di Philippines. Jadi walaupun sudah berubah fungsi tapi masih ada sejarahnya di sana.

Saya suka dengan bangunan Manila Catedral dan Church of Santo Augustine. Dua-duanya bagus banget sangat indah arsitekturnya. Terutama Church of  Santo Augustine penuh dengan ratusan lukisan yg ukurannya besar-besar banget , kalau nga salah ada malah yg lebih dari 5 meter panjangnya lukisannya. Terutama lukisan makan perjamuan Yesus Kristus bagus banget. Semua lukisan ttg sejarah para santo dan santa. Dan lukisan ttg sejarah para penyebar agama Kristen Khatolik di Philippines. Melihat seluruh isi bangunan Church of  Santo Augustine gue seperti memasuki masa-masa di mana para penjajah dari Eropa berlayar menuju Timur dan berpetualang di lautan ratusan hari hanya untuk mencari rempah-rempah sembari menyebarkan ajaran atau agama baru bagi semua daerah jajahannya. Gue melihat betapa hebatnya orang-orang Spanyol di masa lalu. Usaha mereka membangun  gereja yg luar biasa bagusnya karena tepat tahun ini Church of St.Augustine sudah berusia 440tahun. Bayangkan dibangunan 1571-2011, sudah 440tahun, bangunannya masih kokoh berdiri dengan ornamen-ornamen yg super indah. saya yakin banget dulu langit-langitnya gereja itu dilukis dengan tangan alias handmade...Ohlala sebuah karya yg luar biasa. Mungkin kalau boleh gue bilang selain mewariskan agama yg belum luntur sepanjang sejarah, oran Spanyol juga mewariskan berbagai bangunan gereja yg sangat indah hampir di semua provinsi yg ada di Philippines.

 Selain Intramuros, mungkin Jose Rizal Park adalah salah satu daerah yg wajib anda kunjungi kalau berlibur ke Manila. Di sini ada statue pahlawan Phipippines yaitu Jose Rizal. Ini semacam taman yg sangat luas mirip kayak Monas yg ada di Jakarta. Kalau malam hari ada air mancur yg bisa menari-nari dan warna warni sangat indah. Dan Jose Rizal Park juga banyak barisan bendera - bendera Philippines yg kalau anda pengen bernarsis ria cocok banget hehehhehe mirip kayak Merdeka Square yg ada di Kuala Lumpur.  Dari sini kamu bisa menuju bay. Karena kalau menyeberangi dari Jose Rizal Park kamu bisa menemukan lapangan luas tempat orang Filipina berolahraga dekat dengan Manila Bay hehehhe

Hari ini kaki gue gempor hanya ke 2 tempat itu saja booo...kalau besok udah ada cerita baru baru disambung deh..gue nulis ini biar nga lupa saja sich ..hehhehe

Manila atau Jakarta susah gue membedakannya...semuanya mirip banget. Profil orangnya juga sama aja sich..Yg bedainnya cuma Jeepney doang...pokoknya unik banget deh...makanannya banyak B2 hehhehehe serba B2 hahahhaha maklum bekas jajahan Spanish hehehehhe jadi boleh dong B2 hehhehehe

Maaf ada yg ketinggalan nie..gue nginap di daerah Makati Avenue. Nama Guesthousenya Our Melting Pot...kalo nga mau rumit sama lokasinya dengan hotel The Avenue Suites...#.7829 Makati Avenue...

nuchan@102011

Thursday, September 22, 2011

Jejak kenangan itu tersapu habis

Seminggu yg lalu saya secara tak sengaja melewati sebuah kompleks perumahan, dimana dulu saya pernah tinggal di sana selama 1.5 tahun. Sepanjang jalan menuju perumahan ini ada deretan ruko dan resto tempat saya dulu sering makan malam. Dan juga di sebelah kiri di sepanjang taman terbuka di sana dulu banyak warung-warung tenda di sana. Kini seluruh taman dan tenda itu sudah lenyap tak tersisa lagi, dibangun dengan rumah  cluster-cluster baru. Saya sempat kaget. Lama saya berdiri di ruko itu memandangi taman yg sudah akan dibangun rumah-rumah baru.

Ingatan saya melayang ke masa lalu. Sebuah warung tenda yg menjual nasi goreng dan beberapa masakan lainnya. Saya dan teman saya dulu sering menghabiskan waktu makan malam di sana. Sepulang dari kantor kami memilih warung tenda ini karena tak jauh dari rumah tinggal saya. Saya tersenyum mengenang semua tingkah laku dan gerak-geriknya. Semuanya berputar bagaikan slow moving film di otak saya. Saya tersenyum getir mengingat semua kenangan manis yg terukir di sana. Saya tersenyum mengenang sorot matanya yg berbinar menatap saya dan membuat saya gugup dan kikuk bahkan tak sanggup mengangkat wajah saya karena khawatir saya akan melihat sesuatu yg bersinar di matanya. Dan itu membuat lutut saya lemas dan tak berdaya.
Saya tersenyum betapa malam-malam saya sulit tidur karena harus menemaninya ngobrol di telpon sepanjang jalan dia menuju rumahnya. Dia nga mau pulang sendirian tanpa mendengar suara saya. Entah sudah berapa ribu sms yg kami layangkan bertukar cerita. Entah sudah berapa juta pulsa telpon yg kami habiskan untuk bertukar kisah. Entah sudah berapa banyak waktu yg kami habiskan bersama. Saya bahkan tak sanggup menghitungnya. Bahkan terkadang cerita yg sama terus direwind dan direwind lagi. Tapi kini semuanya sudah hilang tak berbekas.Jejaknya musnah. Yg tersisa hanya kisah dan cerita yg terekam di memori otak saya. Tapi kini semua jejak kenangan dulu sudah dihapus dan diganti dengan cluster baru. Semuanya sudah berubah. Bukankah sudah waktunya saya berubah juga???


nuchan@22092011
imissyou

Wednesday, September 21, 2011

Big Sale AA

Pagi-pagi saya sudah dapat sms dari AA bahwa terhitung sejak hari ini ada Big Sale untuk semua destinasi. Jadwal beli tiket 21-25 Sept 2011. Saya sedikit bergairah ingin melihat tiket murah meriah. Pas diklik web AA masih bisa dibuka dengan mudah sekali tapi begitu mau booking ticket yg Big Sale, maka otomatis saya langsung masuk ke dalam antrian yg panjang sekali. Terlihat count down dalam 15 detik. Muncul pemberitahuan seperti ini. 

Gairah saya langsung terbang dan lenyap. Jengkel kalau disuruh antri sepanjang ini. Biasanya antri beli tiket KA saja saya muak dan gemes, apalagi antri tiket pesawat, ohlala saya jadi weks pengen muntah.Seingat saya dulu waktu masih tahun 2005 – 2008 saya masih aktif membeli tiket murah meriah dari AA ini. Peminatnya pun tidak sebanyak saat ini. Masa itu saya bebas membeli tiket nol fare. Karena saya biasanya dapat jalur cepat sehari sebelum masa pembelian Big Sale ini berlaku dan diposting di website resmi AA, saya sudah dapat info dari management AA untuk melakukan pembelian sehari sebelumnya. Sehingga berjam-jam di rumah saat malam hari saya bebas menentukan tanggal, destinasi dan segala tetekbengek yg terkait pembookingan online ini. Tapi sekarang hanya dibatasi 10 menit saja. Pasti sulit mengambil keputusan kalau hanya berlaku 10 menit saja. Apalagi kayak saya orang gajian, ohlala cuti tahunan itu dibatasi dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, maka bertambah rumitlah mendapatkan tiket 3M ini. Plus ditambah antrian pula kayak sekarang, halah tambah kecil peluang dapat tiket 3M. Cape deh. Makin hari makin banyak saja aturan yg dibikin AA ini. Biasalah dimana ada demand yg tinggi disitu pula aturan-aturan baru yg muncul bikin pembeli tiket makin bete aja hehhehee

Osaka Osaka I am coming 

Big Sale AA kali ini cukup menggoda sekali. Padahal saya sudah janji untuk berhenti sejenak dari travelling. Saya sedang lelah dan jenuh sekali. Tapi begitu sms tentang Big Sale itu masuk ke HP saya, godaan itu begitu dashyat menghajar saya. Saya akhirnya tergoda mengecek semua destinasi dan harga promo yg ditawarkan. Tapi seperti biasa saya jadi gemes saat masuk  antrian  booking tiket ini. Gila booking online juga antri bo, bukan hanya antri di loket KA aja yg bikin bete.  Para pelanggan AA saat ini sudah terlalu ramai,setiap saya coba booking satu jurusan saja, pasti masuk ke dalam antrian dan itu cukup menyebalkan buat saya.

Dari pukul 20:00 malam saya baru bisa dapat dengan leluasa mengecek seluruh destinasi dengan tenang yaitu pukul 21:30 malam. Itu pun berulang-ulang saya eksekusi error terus sampai berkali-kali. Coba lagi error lagi.  Saya sudah kesal dan bosan mencobanya dan saya berjanji dalam hati saya, kalau masih gagal saya putuskan untuk tidak melanjutkan pembookingan tiket Big Sale  ini. Tapi di saat saya sedang mencapai titik jenuh dan kesal justru bisa masuk sampai eksekusi pembelian tiket. Bener-bener deh. Mau beli tiket murah AA ini butuh kesabaran yg luar biasa. Alamak. Osaka Osaka I am coming!

Tapi walaupun masuk dalam antrian berulang kali,  tapi saya cukup lega karena dapat tiket Big Sale yg cukup murah meriah dan cukup layaklah untuk dipantengi tuch layar monitor kompi saya yg 10 inch. Padahal mata saya sudah perih karena layarnya terlalu kecil jadi mesti diplototin banget deh.  Kalau nga sabar udah dibuang tuch kompi saking kecilnya layarnya hehhehe. 1.5 jam berjibaku mendapatkan tiket murah dan hasilnya cukup memuaskan. Tadinya saya mau beli destinasi JKT-Paris tapi harganya masih cukup mahal untuk ukuran kocek saya. Batal deh. Rasanya sayang duit melayang sebanyak itu kalau visa schengen saya ditolak hehehe. Kasihan deh. Beginilah nasib pekerja kere yg pengen keliling dunia tapi koceknya pas-pasan hehehhe pas diperlukan pas kurang hahhahhaa..Cape deh.
 

nuchan@23092011

Monday, September 12, 2011

Justin Bieber & Muara Nauli

Siapa sih yg tak kenal Justin Bieber? Lebay nga sih kalau saya bilang bahwa hampir separoh penduduk bumi ini kenal dengan Justin Bieber.  Justin Bieber sering diulas sebagai  artis atau sosok yang tenar berkat situs You Tube. Tak terbantahkan bahwa Justin Bieber memang salah satu  artis jebolan You Tube yg paling sukses. Namun, seperti kisah sukses artis lainnya, kisah Justin Bieber bukan didapat dari mimpi semalam. Tetapi melalui perjuangan panjang, keteguhan hati dan sikap pantang menyerah. Nothing great ever comes that easy. Dan Justin Bieber sudah melalui proses pembentukan yg sungguh berat itu. Dari pria muda yg sering tak percaya diri  dan sangat miskin bermetamorfosis menjadi artis muda yg penuh percaya diri, populer dan kaya raya saat ini.

Saturday, September 10, 2011

Dering telpon yg kutunggu


Aku terbangun tanpa deringan telpon…
Hari ini katanya hari spesial buatku…
Kucari-cari hp-ku di sekitar tempat tidurku…
Ketika kutemukan…tak ada pesan khusus yg kuterima…


Friday, September 9, 2011

Is it destiny?


Ketika hati miris mengingat segalanya…
Segalanya yg sudah terjadi…
Ketika segala yg menyesakkan dada…
Tak tertahankan lagi…
Tubuhku serasa melayang di antara ruang hampa…

Thursday, September 8, 2011

Sejarah Pekabaran Injil Masuk Tanah Batak

Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) lahir dari proses panjang dan dramatis gerakan Pekabaran Injil yang bangsa Belanda, Amerika, dan Jerman. Sejak paruh abad ke-19 HKBP lambat laun berkembang menjadi Gereja muda paling besar di dunia.

Pekabaran Injil atau Zending sudah memasuki Indonesia pada masa pendudukan Portugis di kepulauan Maluku (1512-1605) ditandai dengan menetapnya beberapa misionaris Yesuit (Katolik Roma) di Ternate, pada tahun 1522.

Perjalanan Pekabaran Injil di Tano Batak


I. Pendahuluan
Berbicara tentang perkembangan Kekristenan di Tanah Batak sangatlah berkaitan dengan pengaruh penginjilan yang dilakukan oleh Missionaris Barat, khususnya Jerman. Secara khusus dalam gereja HKBP perkembangannya pada tahap awal sangat ditentukan oleh Badan Zending yang disebut sebagai RMG. RMG mengutus para penginjil ini ke tanah Batak dengan tujuan memberitakan Injil Kristus bagi orang Batak yang masih hidup tradisional, miskin, dan sarat dengan nilai-nilai mitos/sihir. 
Untuk memudahkan penginjilan itu dalam konteks budaya Batak, maka para Missionaris ini belajar tentang karakter, adat atau budaya, dan bahasa Batak sendiri. Mereka bergaul dengan penguasa-penguasa atau raja-raja wilayah di daerah Silindung, Toba, sekitarnya. Dalam pelaksanaannya, para missionaris melakukan berbagai strategi yang berorientasi pada nilai-nilai Injili. Seperti yang dilakukan oleh Dr. I. L. Nommensen yaitu melalui ilmu pertanian, ilmu kesehatan, pendidikan (sekolah), dan pasar dan sistem onan atau pekan. Injil diberitakan sejalan dengan berbagai upaya yang membebaskan orang Batak dari kesengsaraan sosialnya. Beberapa hal yang dilakukan Nommensen yaitu mendirikan pusat kesehatan di Huta Dame, mendirikan koloni-koloni Zending di Silindung yang berkecimpung dalam perusahaan dagang secara besar-besaran dengan harapan untuk memperkenalkan tehnik-tehnik pertanian modern. Ia juga menebus para budak yang tadinya ditetapkan akan dibunuh, meminjamkan dengan jasa rendah dan menyembuhkan orang sakit. 

Napak Tilas Nommensen, sang Apostel di Tanah Batak

Sumber :  Irawati Diah Astuti) Suara Pembaruan
 

Makam I L Nommensen, tokoh penyebar agama Kristen di Tanah Batak, di Sigumpar, Tobasa, Sumatera Utara. Ia dianggap sebagai Apostel atau Rasul bagi masyarakat Batak Kristen, dan tokoh panutan bagi masyarakat Batak Muslim. 

Bagi TB Silalahi, Pendeta Ingwer Ludwig Nommensen adalah tokoh yang sangat berjasa bagi majunya masyarakat suku Batak. Bahkan, Silalahi mengungkapkan, tanpa Nommensen, mungkin ia dan warga Batak lainnya masih berada dalam masa kegelapan, seperti yang terjadi 150 tahun lalu.